March 2016 | Tips Merawat Mobil

Tips Cara Marawat Radiator Agar Awet

thumbnail

Marawat Radiator
Tips Marawat Radiator

Marawat Radiator

Radiator berfungsi men-sirkulasi air dan menampung air secara terus menerus selama mesin mobil hidup  ke dalam saluran pendinginan mesin, yang mana mesin mobil membutuhkan suhu yang ideal yaitu 80 - 90 derajat celcius, Suhu mesin yang terlalu rendah mengakibatkan penggunaan bahan bakar lebih boros karena pembakaran tidak sempurna.
Sedangkan jika suhu mesin mobil terlalu tinggi berdampak pada timbulnya suara mesin yang ngelitik atau overheating yang dapat mengubah bentuk material komponen mesin yang lebih di kenal dengan crans shafe melenting.
Karena itulah radiator harus selalu dalam kondisi optimal, baik dari sisi luar ataupun dalam radiator. Dari sisi luar, tentu sirip-sirip pendingin radiator yang dilewati oleh angin yang dihisap oleh extra fan harus selalu kondisi baik.

Di sisi dalam, pipa saluran air yang ada di radiator harus dijaga agar sirkulasinya lancar dan tidak tersumbat karat. Tutup radiator juga mempunyai peran penting untuk mengatur tekanan air di radiator. Saat tekanan air radiator tinggi maka di dalam tutup air radiator akan membuka sehingga air pada radiator akan dialirkan dan ditampung di tangki cadangan (recervoir). 

Radiator yang tidak dirawat dengan baik rentan terhadap kerusakan. Kasus yang sering terjadi adalah pipa radiator yang bocor akibat karat atau keropos. Kejadian seperti ini biasanya menimpa kendaraan berusia lebih dari empat tahun. Secara fisik kebocoran akan terlihat dari menetesnya air di pipa radiator dan berkurangnya volume air radiator.
Apabila kebocoran terjadi saat mobil dikendarai sebaiknya jangan memaksakan melanjutkan perjalanan karena berisiko terjadi overheating pada mesin mobil. Tepikan kendaraan dan cek kebocorannya. 

Untuk mencegah terjadinya kerusakan radiator maka perlu dilakukan perawatan sederhana sebagai berikut:

1. Gunakan cairan khusus untuk radiator (radiator coolant) atau dengan air hasil kondensasi AC Split, yang dapat mencegah terjadinya karat pada saluran air radiator. Begitu juga saat menambahkan air radiator yang kurang sebaiknya menggunakan radiator coolant, jangan menggunakan air biasa atau mineral.

2. Kuras air radiator secara rutin sesuai dengan anjuran di buku servis kendaraan atau minimal pada kilometer 50.000.

3. Ketika menambahkan air radiator, pastikan tangki recervoir dan radiator tertutup rapat sehingga radiator coolant tidak keluar saat temperatur mesin sudah panas. 

4. Saat mencuci mobil, semprot kisi-kisi radiator dengan air bertekanan tinggi sehingga kisi-kisi radiator bersih dari kotoran.

Tips Panduan Atur Celah Busi

thumbnail
Celah Busi
Celah Busi

Pentingnya Celah Busi

Kualitas busi imitasi yang hanya numpang nama tentu memiliki kualitas pembakaran yang tidak
maksimal. Kebiasaan yang salah untuk meningkatkan performa mesin dengan cara mengubah kerapatan celah elektroda busi, yang mana lompatan api yang dihasilkan busi jadi lebih dekat.
"Standar pabrik itu kerenggangannya antara 0,35-0,40 mm. Kalau dirapetin, celah elektrodanya dibuat jadi 0,30 mm, performa meningkat,"
Namun di balik peningkatan performa, celah busi yang lebih rapat justru ada efek negatifnya. Api yang lebih dekat membuat mesin mobil jadi cepat panas dan mempengaruhi durabilitas.
Kalau kelewat panas itu akibatnya mesin jadi enggak awet. Selain itu.
Sebaliknya, efek celah elektroda yang lebih renggang dari standar pabrik. Tarikan terasa tidak bertenaga dan bahkan mesin bisa mati. "Api yang diletupkan tidak sampai ke kutub luar jadi mesin susah hidup,"
Setelan rekomendasi pabrikan ini, telah disesuaikan dengan kebutuhan pengendara. Kerapatan celah elektroda busi berbeda untuk penggunaan di dalam atau ke luar kota.
"Kerengangan maksimum 0,40 mm pas untuk penggunaan jarak jauh atau keluar kota karena mesin lebih adem waktu dipakai cukup lama. Untuk penggunaan harian, yang cocok di angka 0,35 mm." 



Baca Juga Disini

Tips Merawat Roda “Ban” Mobil

thumbnail
Roda “Ban” Mobil
Roda “Ban” Mobil

Tips Merawat Roda “Ban” Mobil

Kebanyakan  pengendara hanya memikirkan tampilan eksterior maupun interior kendaraan mereka,
agar terlihat bersih, sangat jarang mereka memikirkan hal laenya seperti roda mobil, dalam hal ini “ban”.
Ban didalam kendaraan adalah salah satu faktor penentu pertama keselamatan Anda di saat berkendara. Ban adalah bagian dari kendaraan yang menyentuh permukaan jalan. Performa kendaraan yang bagus, takkan cukup kalau bannya jelek.
Oleh karena itu, maka rajinlah merawat ban Anda. Berikut ada 7 tips perawatan ban yang bisa Anda lakukan:

1. Periksa tekanan ban

Anda harus selalu melakukan pemeriksaan tekanan angin secara berkala, sedikitnya satu kali tiap bulan. "Terlebih, jika Anda akan melakukan perjalanan jauh. Sesuaikan tekanan ban dengan buku panduan pemilik kendaraan,"

2. Cek aus atau tidak ban 

Selain bisa melihat langsung secara kasat mata, dengan tampilan ban yang sudah mulai terlihat botak. Ban yang sudah aus, juga bisa ditandai dengan terlihatnya simbol segitiga atau tulisan TWI (Tread Wear Indicator) pada dinding samping bagian atas. Tentunya, segera ganti ban jika indikator tersebut sudah mulai terlihat.

3. Tutup pentil

Kalau ada yang meremehkan peran tutup pentil yang berukuran kecil. Pastikan mulai sekarang Anda tidak meremehkannya. Karena tutup pentil bisa menjaga dalam ban mobil Anda bebas dari kotoran, yang bisa membahayakan. Dan pastikan tutup pentil terpasang dengan benar. Karena tutup pentil juga bisa mencegah keluarnya udara, dan menjaga agar tekanan angin tetap stabil.

4. Velk dalam kondisi prima

Peran velk sangat penting, ban tidak akan berarti tanpa adanya peran velk. Sehingga sudah seharusnya Anda memperhatikan kondisi velk Anda. Karena velk merupakan komponen pendukung ban yang juga memiliki fungsi vital. Pastikan velk selalu dalam kondisi prima.
Jika terdapat retak, berubah bentuk, atau berkarat, usahakan untuk segera mengganti dengan yang baru. Dan sesuaikan muatan dengan petunjuk pemakaian kendaraan. Kelebihan muatan akan menyebabkan ban cepat aus.

5. Lakukan secara rutin spooring balancing

Pasti, Anda akan mengalami banyak permasalahan jika tidak rutin melakukan spooring/balancing. Gangguan yang sering terjadi jika Anda tidak rutin melakukan spooring/balancing, kendaraan akan menjadi kurang seimbang.Kondisi ini disebabkan karena getaran yang berlebih akibat ban yang tidak seimbang.

6. Rotasi ban

Jangka waktu tertentu ban akan aus yang tidak merata, maka lakukanlah rotasi berkala pada ban yang Anda gunakan. Idealnya lakukanlah rotasi setiap 10.000 km. Tujuannya, agar ban memiliki umur pemakaian yang sama, dan untuk mencegah keausan yang tidak merata.


7. Perjalanan yang benar

Berhati-hatilah dalam memilih rute jalanan. Permukaan jalan yang kasar akan lebih mudah mengikis telapak ban. Saat melewati jalan berlubang, usahakan untuk tidak membelok tiba-tiba agar ban terhindar dari benturan samping tutupnya.
SmitDev Community