July 2016 | Tips Merawat Mobil

7 Gejala Awal Transmisi Mobil Matic Bermasalah

thumbnail

Cara Memastikan Transmisi Mobil Matic Bermasalah

Adabeberapa gejala transmisi matic bermasalah. Cukup dengan mengikuti petunjuk di bawah ini, sekaligus melatih kepekaan rasa Anda saat berkendara atau menumpang mobil matic.
Cara Memastikan Transmisi Mobil Matic Bermasalah
Tuas Presneleng Matic
Pada artikel kali ini, akan mengulas permasalahan/gejala awal yang timbul yang bisa menunjukkan transmisi matic mobil Anda bermasalah. Untuk pertanda kerusakan transmisi matic berhubungan dengan suara/bunyi “aneh”.
Berikut ini gejala awal transmisi mobil matic bermasalah:

1. Slip atau Los
Gejala slip ini umumnya terjadi saat berlangsung perpindahan gigi automatis dari gigi 1 ke 2 dst. Pada mobil matic jenis CVT (continuously variable transmission) yang juga disebut  gearboxless (karena tidak menggunakan planetary gear set), gejala slip/los juga terkadang muncul. Umumnya terjadi saat Anda mulai menjalankan mobil atau pada saat melakukan akselerasi.
Pemahaman slip/los, Jalankan mobil matic Anda dengan tuas diposisi D. kemudian injak gas. Pada mobil matic jenis AT saat terjadi perpindahan gigi otomatis normalnya terasa seperti mengayun. Bila terjadi slip, perpindahan gigi automatis tidak bisa berlangsung dengan sempurna. Tiba-tiba mobil kehilangan tenaga dan suara mesin meraung/nggereng.
Sedangkan pada mobil matic jenis CVT, gejala slip umumnya berlangsung sesaat saja, pada awal tarikan. Gejalanya seperti tersendat.

2. Tersendat
Pada mobil matic jenis AT, idealnya perpindahan percepatan automatis berlangsung mulus seperti mengayun. Nah ini terasa tersendat, seperti ada entakan. Entakan yang terjadi mulai dari lembut sampai kasar.

3. Tidak Mau Berpindah Gigi secara Automatis
Mobil matic hanya bisa melaju pada satu gigi tertentu saja, misalnya di gigi 3. Tidak mau berpindah secara otomatis ke gigi lainnya, sekalipun laju mobil diperlambat atau dipercepat.
Cara Memastikan Transmisi Mobil Matic Bermasalah
Tuas Matic

4. Pergeseran Tuas Kasar/Menyentak
Misalnya dari N ke D, berlangsung mulus. Memang idealnya saat tuas digeser dari N ke D, beban mesin bertambah sehingga jarum RPM akan sedikit turun pada kisaran 100 RPM. Masalah terjadi ketika tuas digeser dari N ke D, 3, 2 atau 1/L lalu terasa ada entakan kasar. Kondisi sama terjadi saat perpindahan tuas dari P ke R atau dari N ke R.

5. Sulit Digeser Tuas Transmisi
Gejala awal transmisi matic bermasalah juga bisa saja muncul saat Anda menggeser tuas transmisi matic, tetapi seperti sulit digeser, sekalipun Anda sudah menekan knob.

6. Getaran Mobil Keras
Gejala ini muncul saat mobil matic tengah melaju, lalu Anda mengerem. Menjelang berhenti mobil terasa bergetar, atau mesin nyaris mati. Dalam beberapa kasus, mesin mobil sampai mati.

7. Laju Mobil Tersendat
Ketika mobil matic Anda sedang melaju dalam kecepatan tertentu (bisa saja rendah, sedang atau di atas 100 km/jam) lalu Anda melepas pedal gas dan perlahan kecepatan mobil berkurang, muncul gejala laju mobil tersendat sebelumnya akhirnya kembali normal.

Baca juga: Perawatan Mobil Matic


Tips Cara Merawat Radiator

thumbnail

Air Kondensasi AC Lebih Bagus Untuk Radiator

Sangat krusial komponen satu ini, yaitu radiator, yang berfungsi untuk menjaga suhu mesin mobil
agar tetap awet dan berada di titik optimal. Radiator bekerja dengan memanfaatkan cairan yang dimasukkan ke dalamnya. Cairan radiator ini biasanya menggunakan cairan khusus atau coolant, atau juga dapat menggunakan air mineral biasa.
Banyak rumor yang menyebutkan bahwa salah satu cairan yang sangat baik untuk radiator adalah dengan menggunakan air kondensasi AC (Air Conditioning) ruangan.
Air kondensasi AC memiliki sifat yang alami dan lebih bersih sehingga tidak membawa kotoran seperti pasir atau mineral yang banyak terdapat pada air biasa. Selain itu, pada cairan khusus radiator atau coolant, meski sudah didesain untuk radiator, tetap mengandung bahan kimia dan pengawat yang dalam jangka panjang dapat merusak radiator.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan apa bila anda ingin menggunakan air hasil proses kondensasi AC:
Air Kondensasi AC Lebih Bagus Untuk Radiator
Outdoor Unit
Air kondensasi AC harus ditampung dalam wadah yang bersih serta tertutup rapat dan wadah sebaiknya dari bahan plastik atau kaca. Agar air tersebut tidak terkontaminasi kotoran seperti debu-debu kecil yang nantinya akan ikut masuk ke dalam radiator.
Sebelum memasukkan air kondensasi AC ini ke dalam radiator mobil, maka terlebih dahulu pastikan semua cairan radiator sudah terbuang dan dikosongkan. Dengan demikian, maka air hasil kondensasi AC ini yang dimasukkan tidak tercampur dengan cairan sebelumnya.


Penggunaan air kondensasi AC untuk cairan radiator memang tidak masalah. Beberapa pihak juga menyebutkan bahwa ini seperti menggunakan air bekas penyulingan yang terbilang murni. Meski demikian, perlu diwaspadai jika ada kebocoran pada sistem pendingin AC rumah anda. Hal ini bisa saja menyebabkan air kondensasi AC bercampur dengan kotoran atau oli yang tidak diinginkan untuk sampai masuk ke radiator.

Selain itu, untuk mobil-mobil keluaran terbaru, tetap disarankan untuk lebih memilih menggunakan cairan coolant yang memang didesain untuk radiator. Selain sudah didesain khusus, cairan ini juga akan merawat radiator dari kerusakan dan juga karat. Hanya saja, perlu diperhatikan bahwa cairan coolant ini tetap harus diganti secara berkala. Untuk hal ini, dapat didiskusikan dengan bengkel resmi langganan anda.

Baca Juga Disini

Tips Cara Mengganti Air Radiator

thumbnail

Langkah - langkah Mengganti Air Radiator Yang Betul
Radiator

Langkah - langkah Mengganti Air Radiator Yang Betul

Fungsi Radiator adalah sangat penting yaitu mendinginkan air atau cairan yang keluar dari mesin
mobil,  Cairan yang telah dingin di radiator ini yang kemudian akan dialirkan kembali ke dalam sistem pendinginan mesin untuk menjaga mesin agar mobil tetap sehat dengan suhu mesin tetap optimal.

Mobil agar tetap sehat dengan radiator yang sehat pula, hendaknya harus rajin dilakukan penggantian air radiator secara berkala, setidaknya setiap 25.000 kilometer atau apa bila cairan radiator sudah kelihatan keruh. Untuk mengetahuinya, anda dapat membuka penutup radiator dan melihat air di dalamnya. PERHATIAN agar tidak membuka tutup radiato saat mesin dalam kondisi panas karena sangat berbahaya!

Penggantian air radiator, anda dapat meminta bantuan di bengkel langganan. Atau anda juga dapat melakukan hal ini sendiri, mengingat mengganti cairan radiator mobil bukanlah hal yang sulit. Anda dapat melakukannya di rumah anda sendiri dengan langkah sebagai berikut.

Langkah pertama adalah membuang cairan yang masih ada dalam radiator. Dengan cara membuka tutup atas radiator dan kemudian membuka baut pembuangan yang berada di bagian bawah radiator. Setelah itu, maka air radiator akan keluar melalui lubang pembuangan. Lakukan proses ini dan tunggu hingga semua cairan sudah benar-benar terbuang habis.

Langkah Kedua, jika semua cairan sudah benar-benar habis maka tutup kembali lubang baut yang terdapat pada bagian bawah radiator. Lalu, dari bagian atas atau dari tutup radiator yang masih terbuka anda dapat memasukkan air atau cairan pendingin radiator yang sudah dipersiapkan. Volume cairan pendingin radiator yang baru dapat anda isikan sesuai dengan kapasitas radiator anda. Isi hingga batas maksimal radiator agar tidak menyisakan ruang kosong. Setelah itu, tutup kembali radiator.

Langkah terakhir, jangan lupa untuk memeriksa tangki cadangan cairan radiator. Jika perlu, kosongkan dan bersihkan tangki cadangan ini baru kemudian isi kembali sesuai batas maksimal tangki cadangan tersebut. Namun perlu diperhatikan untuk tidak mengisi melebih batas maksimal.

Pekerjaan mengganti air radiator sudah selesai.
Yang perlu diperhatikan adalah, SEMUA proses ini dilakukan mesin dalam kondisi dingin. SANGAT BERBAHAYA apa bila melakukan proses  ini saat mesin panas atau mobil baru saja digunakan.
SmitDev Community