Panduan Hemat BBM

Panduan Hemat BBM 


Semenjak tahun 1997 sampai sekarang rasanya harga BBM makin naik, entah kenapa hal itu masih juga terjadi di setiap tahun, dan setiap awal tahun kita di tuntut mencari cara agar penggunaan BBM bisa lebih irit dari tahun kemarin. Hal ini tidak sulit bagi kalangan atas yang berkantong tebal, tinggal beli mobil jenis LCGC sudah langsung irit, namun buat kalangan menengah ke bawah masih ada 1000 cara untuk bisa melakukan hemat BBM tanpa efek samping. Di bawah ini tips panduan hemat BBM, antara lain:

1. Kapur Barus.
Dalam Teori-teori di google mengatakan kapur barus bisa menghemat BBM kendaraan, lebih gampang mendeteksi yaitu dengan mobil dan dalam perjalanan rutin, kalau tidak di coba sendiri rasanya kurang mantaf dan yang jelas kita tidak bisa percaya begitu saja.

Berbagai sumber dikatakan bahwa kapur barus mampu meningkatkan kadar oktan dalam bensin sehingga beli PREMIUM dicampur kapur barus serasa memakai PERTAMAX, beli PERTALITE dicampur kapur barus serasa memakai PERTAMAX PLUS.

Cara pencampurannyapun sangat sederhana,  tidak perlu digerus, ditumbuk, ataupun dipotong potong,  langsung saja masukan ke dalam tengki BBM, sebaiknya pakailah kapur barus yang kecil, agar lebih cepat dan gampang larut  terhadap premium maupun pertalite, kemudian  masukkan kurang lebih  6 butir kapur barus ukuran kecil  untuk 40 liter BBM, Untuk proses larutnya tidak sampai 10 menit kapur barus ini sudah larut dan tanpa bekas tanpa endapan. 

Dengan cara yang sederhana ini penulis sudah melakukan sudah lima tahun lebih dengan jarak tempuh rata-rata per hari 60 km, yaitu sudah tiga kali ganti mobil, yaitu dengan menggunakan mobil tahun 80an, kemudian ganti mobil tahun 90an, dan sampai sekarang memakai mobil tahun 2010an.
Kalau sudah menjadi kebiasaan, artinya jalan satu minggu dengan cara ini, coba sekali kali BBM di ganti jenis PERTAMAX atau PERTAMAX PLUS, yang akan terjadi rasa tarikan tidak akan berbeda, namun kalau tanpa campuran kapur barus, tarikan terasa berat.

2. Medan magnet
Keping Maghnet
Mempengaruhi kandungan karbon (C) dan hidrogen (H) dalam bensin sehingga bias memaksimalkan pembakaran di dalam mesin dan mengurangi kadar CO2. Bensin memiliki 2  unsur yaitu iso oktan (C8H18) dan n-pentana (C5H12). Perlu diperhatikan cara pemasangannya  supaya medan magnet berpengaruh terhadap aliran bahan bakar di slang bensin.

Pertama, slang bahan bakar harus terbuat dari bahan non metal.
Kedua, posisi pemasangan juga harus diperhatikan. Jangan dipasang melintang. Jepitkan di luar slang.

Ketiga, abaikan kedua kutubnya, atur magnet secara sejajar dengan slang bahan bakar.
Keempat, agar supaya tetap bisa bekerja mempengaruhi senyawa bensin, jauhkan dari benda lain yang juga mengandung magnet.

Secara garis besar ada keuntungannya dengan cara ini :
1. Memperpanjang usia mesim, karena bensin akan bersifat semi gas.
2. Mengurangi emisi karbon monoxida.
3. Menghemat BBM
4. Tidak merusak selang bensin maupun bagian kendaraan yang lain
7. Penambahan tenaga.
8. Tidak diperlukan perawatan
9. Biaya sangat murah

Berikut adalah Cara kerja :
Dikarenakan adanya daya tarik antara molekul dengan polaritis yang berlawanan, maka molekul pada BBM cenderung "menumpuk" bersamaan. Hal ini mengakibatkan proses pembakaran yang tidak efisien dan memberi dampak mesin kehilangan sebagian tenaga menyebabkan konsumsi BBM yang boros dan penumpukan karbon pada mesin.
Dengan magnet hard disk Neodymium mengurangi proses penumpukan dengan merubah polaritas dari molekul BBM yang tadinya berlawanan menjadi sama sehingga yang terjadi adalah daya tolak antara molekul. Hal ini tidak hanya menghindari penumpukan akan tetapi juga menghasilkan molekul yang tersebar merata sehingga pembakaran yang dihasilkan jauh lebih sempurna dan tenaga mesin lebih optimal.

3. Hemat BBM Dengan Ferrite
Kali ini saya akan menyampaikan artikel tentang bagaimana Ferrite dapat berfungsi sebagai Penghemat BBM.

Sebelum nya saya akan menjelaskan apa itu Ferrite. Ferrite adalah komponen elektronik yang bersiat pasif yang  berfungsi untuk menekan noise frekuensi tinggi dalam sirkuit elektronik. Frekwensi yang bisa ditekan adalah frekwensi tegangan liar. Bahan dari Ferrite akan membiarkan frekwensi tinggi melewatinya akan tetapi bahan Ferrite dapat menekan supresi/lonjakan frekwensi liar yang melalui kabel. Ferrite yang dapat anda gunakan untuk kabel busi adalah jenis Ferrite yang memiliki spesifikasi sebagai filter.

Arus liar yang diserap oleh Ferrite dinamakan Arus Eddy, Arus Eddy ini timbul oleh semua arus listrik yang dihasilkan oleh medan maghnet dan kumparan. Kecenderungan Rugi arus ini dapat berupa panas pada Konduktor yang dilaluinya. Bahkan Pusaran Arus Eddy dapat mengganggu arus yang benar benar dibutuhkan oleh Busi Kendaraan.Pengaruh positif dari Ferrite ini antara lain adalah:

- Menstabilkan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil, 
- Membuang Noise arus listrik tegangan tinggi yang memperlambat pengapian      pada busi, 
- Meredam fluktuasi induksi yang dihasilkan oleh arus yang melewati kabel busi, 
- Tanpa arus liar/noise tegangan tinggi maka pengapian yang dihasilkan oleh busi kendaraan akan    
    lebih sempurna.

Sekarang anda sudah memahami apa tugas dari Ferrite, dan sekarang sudah saatnya memasangnya pada kendaraan.Cara pemasangannya Ferrite:

Pertama lepas kabel busi dari knp ujung, Kedua masukkan kabel busi ke lubang Ferrite berbentuk tabung.Jika anda sudah memasang pada kendaraan anda maka anda akan mengalami hal seperti ini:

1. Percikan api pada busi anda menjadi lebil stabil dan berwarna biru, 
2. Kedua kendaraan anda semakin enteng tarikan/akselerasinya.
3. Getaran pada mesin akan berkurang.
4. Pembakaran di ruang bakar lebih sempurna sehingga dapat membantu penghematan BBM.
5. Mengurangi polusi yang ditimbulkan karena tidak sempurnanya pembakaran BBM yang terjadi.Di manakah kita bisa mendapatkan Ferrite?

Anda bisa beli di toko toko s'part elektronika, Anda bisa beli yang berbentuk tabung, Ada yang berbentuk ring.Atau anda bisa beli di assesories mobil yang berbentuk tabung Snap Clamp (yang ini harganya bisa 20 x lipat di banding yang beli di toko s'part elektronika.

4. Hemat BBM dengan Voltage Stabilizer
Voltage Stabilizer
Di toko aksesoris mobil, ada alat yang dapat membuat tegangan listrik pada sistem kelistrikan mobil
menjadi stabil dan lebih baik. Alat itu sering disebut Voltage Stabilizer. Ada beberapa merek terkenal seperti HYPER-D, XCS3, dan sebagainya dengan bandrol harga yang cukup mahal.

Gb. Rangkaian
Umumnya mereka mengklaim dapat meningkatkan performa kendaraan (power dan torsi bertambah), lampu menjadi lebih terang, memperbaiki kualitas sound system, memperpanjang usia accu, hingga dapat menghemat bahan bakar.

Untuk membuktikan itu semua perlu pengujian khusus, dengan membandingkan beberapa produk dari beberapa merek, dilakukan dengan dynotest hingga uji jalan dengan rute dan kondisi lalu lintas yang sama, bila perlu di dalam suatu track khusus. Pada artikel ini, saya tidak membahas pembuktian performa alat tersebut, tetapi untuk sharing buat Sendiri Voltage Stabilizer.

Buat Sendiri Voltage Stabilizer
Setelah ‘googling’, akhirnya mendapatkan beberapa model skema elektronik Voltage Stabilizer. Komponennya pun mirip sekali dengan yang digunakan oleh merek-merek terkenal tadi. Tidak ada salahnya juga ingin membuatnya sendiri. Setelah dihitung-hitung, ternyata harga komponennya tidak lebih dari Rp 100.000,- saja.

Untuk PCB bisa dengan PCB universal. 
ini skemanya:
Komponen yang digunakan:
4 x 3.300uF / 16volt
4 x 4.700uF / 16volt
5 x 1.000uF / 16volt
8 x 4.7uF / 16volt
1 x 10nF
1 x LED
1 x Resistor 1K ohm
PCB Universal
Terminal ring 2 set, kabel-kabel

Prinsip Kerja:

Rangkaian ini bekerja sebagai peredam noise voltage, dimana setiap besaran kelompok capacitor meredam noise yang berbeda-beda. Itu sebabnya digunakan beberapa kelompok capacitor dengan besaran yang berbeda-beda. Semakin kecil nilai Capacitance nya, maka semakin tinggi frequency yang akan diredam dari sistem kelistrikan yang terpasang Voltage Stabilizer ini.

Umumnya cacat / noise voltage itu muncul dari Alternator/generator/magneto dan Sistem pengapian (CDI, dsb), ini yang perlu diperbaiki agar kualitas listriknya menjadi baik.

Tips Mobil Voltage Stabilizer berbeda fungsi dengan Capacitor Bank yang biasa digunakan untuk Sistem Audio Mobil, Capacitor Bank berfungsi untuk memperdekat sumber tegangan (accu) supaya tidak drop saat terjadi kejutan daya yang besar secara tiba-tiba dari sound system. (akibat kabel telat menyalurkan daya dari accu).

5. Hemat BBM dengan Piggyback
Piggyback

Salah satu jurus biar konsumsi bensin lebih irit  adalah menggunakan piggyback. Modul yang dipakai untuk menipu ini sebagai input-nya dari sensor menuju ECU. Kenapa bisa lebih irit..? Dengan bukaan gas yang sama, tenaga mesin bisa dibuat lebih besar, akibatnya BBM menjadi lebih irit.

Salah satu caranya dengan menggeser peak power ke rpm lebih rendah. Jadi misal yang awalnya tenaga ada dibukaan gas 30%, digeser di 10 - 15% saja. Makanya hasilnya adalah konsumsi bahan bakar lebih efisien, tak perlu gas dalam-dalam, kendaraa sudah tarikan lebih ringan.

Penggeseran power dilakukan dengan mengintervensi beberapa parameter yang diumpan ke ECU. “Dengan memanipulasi data air flow, sensor dan TPS”.

Kalau mobil tersebut sistemnya closed loop, maka yang bisa dilakukan menaikan sedikit ignition timing, supaya lebih bertenaga dan irit. Karena system injeksi jenis ini sudah ada target mixture air to fuel ratio (AFR) sempura. Beda dengan mobil yang masih menggunakan open loop, pengiritanya bisa lebih berasa. Lantaran suplay bensin dan igtion timing benar-benar bisa diadjust, biar bisa diperoleh performa optimal.

Misal dibukaan gas 30% putaran 4.000 rpm, AFR terbaca terlalu basah (di bawah 14,7 : 1), maka dititik itu dikeringkan dengan mengurangi pasokan bensin. Demikian seterusnya dievaluasi sampai diperoleh AFR yang rata, kalau mengejar irit , AFR dipatok di angka stokiometri 14,7 : 1. Dengan demikian konsumsi bensin bisa ditekan dan diringi performa optimal.
Namun demikian pemasangan piggyback, agar konsumsi bensin lebih  irit, kondisi mesin mesti dibuat benar-benar FIT terlebih dahulu. Caranya malalui 3 langkah berikut, yaitu cuci injector, tune-up dan carbon clean. Jika semua itu dilakukan secara berkala, pasti penggunaan bahan bakar lebih hemat.

6. Hemat BBM Ramah Lingkungan
Tips Mobil - Makin hari makin naik harga BBM, sudah waktunya kita listing tambah assesories maupun perbaikan komponen  yang sudah harus diganti. Jangan sampai ada komponen yang ikut terlibat borosnya konsumsi bahan bakar pada kendaraan.

Banyak hal dan komponen yang terlibat dalam pengaruhi konsumsi bahan bakar pada kendaraan. Mulai mesin yang bisa langsung dirasakan dampaknya sampai assesories maupun kaki-kaki yang kurang begitu kelihatan.antaranya :

A. Tips Mobil Dimensi dan Bobot Ban
Paling mudah meningkatkan penampilan dengan penggantian ukuran pelek roda ban. Namun di balik ini, jelas konsumsi bahan bakar bakal lebih boros. Hal tersebut disebabkan oleh kontak area ban yang lebih besar terhadap aspal. Walau efek positifnya bisa meningkatkan kestabilan.
Ban yang lebar akan menapak lebih baik, tapi konsumsi juga lebih boros walaupun tidak terlalu banyak. Ini karena mesin akan bekerja lebih lagi dibanding pakai ban standar yang sudah dihitung pabrikan.Tinggal pilih saja, mau gaya atau konsumsi bahan bakar standar.

Meningkatkan ukuran pelek juga banyak dilakukan. Terkadang justru sangat ekstrim dan melampaui ketentuan pabrikan dengan lingkar roda yang besar, biasanya memiliki bobot yang lebih berat. Jika ada yang bilang , “ah, paling beda 5 kg, nggak ngaruh ko,”Sebaiknya jangan dipercaya. Ingat perbedaan  5 kg itu untuk satu pelek, sedangkan mobil butuh 4 pelek untuk berjalan plus 1 pelek cadangan. Misal antara pelek ukuran 15 inci dengan 17 inci pada Suzuki APV Arena, konsumsinya cukup berbeda. Untuk 1 liter bahan bakar berbeda 2,5 km jarak tempuh dengan ukuran 17 inci lebih boros. Sementara itu untuk bobot, antara 15 inci dengan 17 inci berbeda 3 kg.

B. Tips Mobil Tekanan Angin Ban
Tekanan angin yang kurang bisa membuat konsumsi bahan bakar boros. Apalagi kalau dibiarkan berlarut-larut satu minggu, bahkan berbulan-bulan, jelas ini pemborosan yang berlebih.
Bukan saja pemborosan terhadap kondisi ban, tapi juga bahan bakar. Ban yang gembos, membuat beban semakin berat. Ini membuat mesin bekerja lebih keras. Efeknya, pengendara harus menekan pedal gas lebih dalam. Ini berarti pasokan bahan bakar akan semakin banyak. Ada baiknya juga tak sekedar diperiksa secara visual. Walaupun sepintas terlihat tidak kempes, tapi lebih baik kalau memang diperiksa tekanan anginya dengan hasilnya akurat

Jika tak sempat periksa sendiri, tinggal bawa ketukang tambal ban dan minta diukur sesuai standarnya jangan melenceng  sebaiknya periksa tekanan ban pada saat kondisi dingin.
Banyak hal yang menyebabkan tekanan angin ban berkurang. Paling utama adanya kebocoran dari ban itu sendiri. Bisa terkena benda asing atau kondisi ban yang sudah tak layak pakai ataupun dari sisi velk yang sudah tidak sempurna.

Selanjutnya pada pentil, baik pada bagian utama atau penutupnya. Keberadaan tutup pentil kadang diremehkan, padahal ini sangan penting. Perangkat ini akan menutup jalan keluar udara dari dalam ban.
Sekaligus cek kondisi pentil itu sendiri. Sulit memang mendeteksi kerusakan pentil, sebab bendanya kecil. Tapi bukan berarti nggak bisa diperiksa. Pakai spons yang sudah dicelupkan ke air sabun, lalu oles disekitar pentil tersebut. Jika terdapat gelembung, bisa jadi indikasi kebocoran.

C.  Tips Mobil Kondisi Kaki Mobil
Karena tidak mungkin untuk diperbaiki sendiri dan harus ada peralatan yang sesuai, sekarang saatnya membawa mobil ke bengkel. Coba cek keselarasan rodanya. “Sebab jika tidak lurus dan tidak selaras akan menghambat pergerakan roda. Ini secara tidak langsung juga membuat konsumsi bahan bakar lebih boros”.

Dengan roda yang tidak selaras, hal paling utama terlihat yaitu keausan ban yang tidak merata. Saat berhenti terlihat ban seperti tergerus.
Untuk konsumsi bahan bakar tidak terlihat langsung, karena tidak bisa dirasakan oleh pengendara. Terlebih jika performa dan keadaan mesin masih sehat-sehat saja.

Bukan hanya keselarasan ban saja, tapi juga kinerja dari bearing yang ada di roda. Jika sudah tidak baik, maka bisa menghambat lajunya pergerakan roda. Hal ini secara tidak langsung membuat pengendara menambah injakan pedal gas supaya bisa bergerak.
Sayangnya, efek boros bahan bakar yang ditimbulkan oleh ban dan kaki-kaki ini acap kali diabaikan. Sebab tidak bisa dirasakan langsung
Previous
Next Post »

3 komentar

Click here for komentar
4 November 2017 at 15:29 ×

Ada pengaruh negatif gk saat pemakain kapur barus di masukan kedalam tangki bensinnya mas? Mau coba takut masalah

Reply
avatar
4 November 2017 at 16:36 ×

Tips yang sangat bermanfaat gan
bisa hemat biaya bensin jadinya nih

Reply
avatar
joni sakti
admin
4 November 2017 at 20:28 ×

waah ada ya cara begituan :D

Reply
avatar
Thanks for your comment